Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Shoutbox
Program Penyehatan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Program Penyehatan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Tujuan program :

  1. Meningkatnya kerjasama lintas sektoral sebagai faktor pendorong keberhasilan  pembangunan kesehatan menuju Sukoharjo Sehat 2014
  2. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial budaya dengan memaksimalkan potensi sumber daya secara mandiri
  3. Terpenuhinya persyaratan kesehatan di tempat –tempat umum, termasuk sarana dan proses pengolahannya
  4. Meningkatnya cakupan  keluarga yang mempunyai   akses terhadap air bersih dan jamban sehat yang memenuhi persyaratan kesehatan
  5. Meningkatnya pelaksanaan usaha kesehatan sekolah untuk mempercepat tercapainya Sukoharjo Sehat 2014
  6. Meningkatnya perwujudan kepedulian perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan masyarakat
  7. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan melalui pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya masyarakat

Sasaran Program :

  1. Peningkatan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)
  2. Peningkatan kualitas dan kuantitas Rumah Sehat
  3. Peningkatan Tempat-Tempat Umum (TTU), Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), yang memenuhi syarat kesehatan
  4. Peningkatan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tatanan Sekolah, masyarakat dan desa siaga.
  5. Mempertahankan Posyandu Purnama dan mandiri 

 KEADAAN LINGKUNGAN

  1. Persentase Rumah / Bangunan Sehat

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian keluarga, sarana interaksi keluarga dan sebagai institusi terkecil masyarakat yang berperan besar dalam membangun masyarakat yang sehat. Untuk mendapatkan hasil manusia yang berkualitas tentunya diperlukan suatu sarana rumah yang sehat. Laporan tahun 2014 menyebutkan ada sebanyak 214.948 bangunan rumah di Kabupaten Sukoharjo dan yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 126.983 rumah (59,08%).Cakupan rumah sehat tertinggi di wilayah Puskesmas Kartasura ( 81,41,6% ) dan cakupan terendah adalah Kecamatan Nguter (33,89%).

Salah Satu persyaratan rumah sehat adalah bebas dari jentik nyamuk, terutama bebas dari jentik nyamuk aedes aegypti yang merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue. Seperti yang diketahui bahwa setiap tahunnya DBD merupakan penyakit yang  selalu menyebabkan kejadian luar biasa dan salah satu pencegahan yang paling efektif adalah partisipasi aktif masyarakat agar rumahnya minimal bebas dari jentik nyamuk.

  1. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Air Minum yang Layak

Jenis sarana akses air minum yang dipantau meliputi : Sumur Gali (SGL)Terlindung, SGL dengan Pompa, Sumur Bor dengan Pompa, Terminal Air (TA), Mata Air Terlindung, Penampungan Air Hujan (PAH), Perpipaan BPSPAM (PP.BPSPAM). Pada tahun 2014 capaian  akses  air minum yang memenuhi syarat 95%. Target tahun 2014 : 78%, sehingga capaian tahun 2014 sudah diatas target.

  1. Persentase Penyelenggara Air Minum Memenuhi Syarat Kesehatan

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, setiap penyelenggara air minum  wajib menjamin air minum yang diproduksinya aman bagi kesehatan. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan mikrobiologis, kimiawi, dan radioaktif. Untuk menjaga kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat dilakukan pengawasan kualitas air minum secara eksternal dan secara internal. Pengawasan kualitas air minum secara eksternal merupakan pengawasan yang dialkukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. Pengawasan kualitas air minum secara internal merupakan pengawasan yang dilaksanakan oleh penyelenggara air minum untuk menjamin kualitas air minum yang diproduksi memenuhi syarat. Kegiatan pengawasan kualitas air   minum meliputi inspeksi sanitasi, pengambilan sampel air, pengujian kualitas air, analisis hasil pemeriksaan laboratorium, rekomendasi dan tindak lanjut.      

Di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2014 terdapat 172 penyelenggara air minum. Sedangkan jumlah sampel air yang diperiksa  sebanyak 69 sampel. Dari sampel yang diperiksa, 56 (81,16%) sampel yang memenuhi syarat fisik, bakteriologi, dan kimia. Hal ini berarti masih ada air yang diproduksi oleh penyelenggara air minum yang tidak memenuhi syarat sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu pengawasan kualitas air baik eksternal maupun internal harus secara kontinyu dilaksanakan dan pemberian sanksi kepada penyelenggara air minum yang tidak memenuhi syarat sebagaimana disebutkan dalam Permenkes Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010.

  1. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Sanitasi yang Layak

Capaian penduduk dengan akses jamban sehat pada tahun 2014 adalah 95,79% dan target capaian yang telah ditetapkan 75%,  sehingga pada tahun 2014 pencapaiannya sudah melebihi target. Jenis sarana sanitasi dasar yang dipantau sebagai akses jamban sehat meliputi jamban komunal (92,43%), Leher Angsa (100%), Plengsengan (100%) dan Cemplung (tidak ada).

  1. Persentase Desa STBM

Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 5 pilar yaitu : (1) Stop Buang Air Besar Sembarangan, (2) Cuci Tangan pakai  sabun, (3) Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, (4) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, (5) Pengelolaan Limbah cair Rumah Tangga. Kelima pilar tersebut menjadi perhatian dan prioritas kegiatan dari Kabupaten, baik dari lembaga pemerintah maupun  Lembaga Non Pemerintah. Dukungan dana dari berbagai sektor inilah yang menimbulkan daya ungkit luar biasa , sehingga di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2014 capaian desa. yang melaksanakan STBM 120 desa (71,86%).

  1. Persentase Tempat-tempat Umum Memenuhi Syarat

Pengawasan Tempat Tempat Umum meliputi Sarana Pendidikan, Kesehatan dan Perhotelan. Capaian kegiatan pengawasan TTU yang telah memenuhi syarat pada tahun 2014 sebesar 91,9% dan target yang telah ditetapkan pada tahun 2014 adalah 78% sehingga target capaiannya telah terpenuhi.

  1. Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)

Tempat – tempat umum dan pengelolaan makanan merupakan suatu sarana yang banyak dikunjungi masyarakat sehingga apabila pengelolaannya tidak sesuai standar kesehatan dikawatirkan akan menjadi sumber penularan dan penyebaran penyakit. TPM meliputi   jasa boga, rumah makan / restoran, depot air minum dan makanan jajanan. Sedangkan TPM Sehat adalah tempat – tempat umum dan pengelolaan makanan / minuman yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas ruangan sesuai dengan perkiraan jumlah pengunjung dan memiliki pencahayaan ruang yang baik. Laporan tahun 2014 menunjukkan dari 2.040 tempat umum dan pengelolaan makanan (TPM) dan 1297 TPM (63,58%) merupakan TPM sehat. Cakupan yang masih rendah ini harap diperhatikan perlu peningkatan kegiatan.

 


Gallery Foto
Copyright © 2011 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.