Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

DETEKSI DINI PROGRAM PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Wednesday, 26 November 2014 15:13

LATAR BELAKANG

Pola penyakit yang sekarang berkembang telah menunjukkan terjadinya kecenderungan masalah kesehatan yang biasa disebut transisi epidemiologi. Secara garis besar transisi epidemiologi adalah terjadinya perubahan pola penyakit dan kematian yang ditandai dengan beralihnya penyebab kematian yang semula didominasi oleh penyakit infeksi yang masih tetap menjadi masalah kesehatan, bergeser ke penyakit non infeksi atau penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan baru. Penyakit tidak menular pada saat ini diperkirakan menjadi masalah kesehatan utama di Jawa Tengah, demikian juga di masa akan datang. Hal ini karena meningkatnya umur harapan hidup dan semakin meningkatnya paparan faktor risiko.

Penyakit tidak menular (PTM) secara umum meliputi penyakit jantung, stroke, kanker, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit sendi yang sebagian non infeksi, nyeri punggung yang menyebabkan ketidakmampuan bekerja, cedera berat yang disebabkan kecelakaan lalu lintas dan trauma serta penyakit-penyakit dan kelainan bentuk lain yang menyebabkan kecacatan.

PTM tertentu dapat digolongkan menjadi satu kelompok utama dengan faktor risiko yang sama (common underlying risk faktor) seperti jantung dan pembuluh darah, stroke, kencing manis, penyakit paru obstruktif kronik, dan kanker tertentu. Faktor risiko tersebut antara lain mengkonsumsi tembakau, pola makan yang tidak seimbang misalnya tinggi lemak dan rendah serat, pola makan yang salah seperti mengadung zat pengawaet, zat pewarna dan lain-lain, kurang olah raga dan kondisi lingkungan yang tidak kondusif terhadap kesehatan.

PTM merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila faktor risikonya dikendalikan, sehingga perawatan pasien PTM mencerminkan kegagalan dari pengelolaan program penanggulangan PTM. Penanggulangan PTM merupakan kombinasi upaya inisiatif pemeliharaan mandiri oleh petugas, masyarakat dan individu yang bersangkutan. Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana mengembangkan sistem pelayanan yang dapat mendukung upaya pemeliharaan kesehatan mandiri pada masyarakat, dengan lebih mengedepankan pendekatan promotif dan preventif.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan agar memusatkan penanggulangan PTM melalui tiga komponen utama yaitu surveilans faktor risiko, promosi kesehatan dan pencegahan serta inovasi dan reformasi manajemen pelayanan kesehatan yang diterapkan secara integratif/terpadu dan komprehensif/menyeluruh.

Departemen Kesehatan RI telah merujuk rekomendasi ketiga komponen WHO tersebut dengan menyusun Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular secara komprehensif. Kegiatan tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri tetapi harus bersama-sama karena ketiganya saling terintegrasi.

Upaya kesehatan paripurna yang terintegrasi dan komprehensif sesungguhnya sudah dicanangkan oleh pemerintah yaitu berupa upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dinas Kesehatan sebagai penggerak upaya promotif dan rehabilitatif harus semakin giat mengumandangan pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit yang harus terintegrasi dengan pelayanan kesehatan yang bertindak selaku lokomotif penggerak upaya kuratif dan rehabilitatif. Kalau hal ini dapat terwujud, merupakan suatu keniscayaan visi kesehatan yang ingin membuat rakyat sehat akan dapat tercapai.

Kebijakan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus ditangkap secara cerdas untuk selanjutnya diimplementasikan kepada masyarakat secara intensif, mengingat  banyaknya masyarakat yang belum tahu tentang berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit, terutama penyakit tidak menular.

Untuk mengejawantahkan kebijakan Departemen Kesehatan RI dan WHO tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama-sama dengan DKK Kabupaten/Kota akan melakukan upaya pengendalian PTM dengan melibatkan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan melalui deteksi dini berupa surveilans faktor risiko PTM berbasis masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan masyarakat langsung ini, akan dilaksanakan oleh kalangan masyarakat seperti tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan Dinas Kesehatan dan jajarannya bertindak sebagai motivator, fasilitator dan kendali mutu pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

Artikel Lainnya

Artikel, Wednesday, 02 October 2013 14:23
Artikel, Wednesday, 02 April 2014 14:35
Artikel, Wednesday, 17 April 2013 11:36
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.