Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

Diabetes mellitus

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Tuesday, 03 March 2015 14:34
  1. Definisi

Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Tubuh pasien dengan diabetes mellitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang pada pasien tersebut.

  1. Gejala klasik pada penderita diabetes mellitus adalah sebagai berikut :
  1. Adanya perasaan haus yang terus menerus
  2. Sering buang air kecil dan jumlah yang banyak
  3. Timbulnya rasa letih yang tidak dapat dijelaskan sebabnya
  4. Timbulnya rasa gatal dan peradangan kulit yang menahun.

Jika keluhan di atas dialami oleh seseorang, untuk memperkuat diagnosis dapat diperiksa keluhan tambahan DM berupa:

  1. lemas, mudah lelah, kesemutan, gatal
  2. penglihatan kabur
  3. penyembuhan luka yang buruk
  4. disfungsi ereksi pada pasien pria
  5. gatal pada kelamin pasien wanita
  1. Diagnosis DM
  1. Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma sewaktu  ≥200 mg/dL
  2. Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma puasa  ≥126 mg/dL
  3. Kadar gula plasma 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) ≥200 mg/dL
  4. Pemeriksaan HbA1C ≥ 6.5%
  1. Komplikasi Diabetes
  1. Makroangiopati

Mengenai pembuluh darah besar (pembuluh darah yang dapat dilihat secara mikroskopis) antara lain pembuluh darah jantung / Penyakit Jantung Koroner, pembuluh darah otak /stroke, dan pembuluh darah tepi / Peripheral Artery Disease.

  1. Mikroangiopati

Mengenai pembuluh darah mikroskopis antara lain retinopati diabetika (mengenai retina mata) dan nefropati diabetika (mengenai ginjal).

  1. Neuropati

Mengenai saraf tepi. Penderita bisa mengeluh rasa pada kaki/tangan berkurang atau tebal pada kaki atau kaki terasa terbakar/bergetar sendiri.

Selain di atas, komplikasi kronis DM dapat dibagi berdasarkan organ yang terkena yaitu :

  1. Kulit

Furunkel, karbunkel, gatal, shinspot (dermopati diabetik: bercak hitam di kulit daerah tulang kering), necrobiosis lipoidica diabeticorum (luka oval, kronik, tepi keputihan), selulitis ganggren,

  1. Kepala/otak

Stroke, dengan segala deficit neurologinya

  1. Mata

Lensa cembung sewaktu hiperglikemia (myopia-reversibel,katarax irreversible), Glaukoma, perdarahan corpus vitreus, Retinopati DM (non proliperative, makulopati, proliferatif), N 2,3,6 (neuritis optika) & nerve centralis lain

  1. Hidung

Penciuman menurun

  1. Mulut

Mulut kering, ludah kental = verostamia diabetic, Lidah (tebal, rugae, gangguan rasa), ginggiva (edematus, merah tua, gingivitis, atropi), periodontium (makroangiopati periodontitis), gigi (caries dentis)

  1. Jantung

Penyakit Jantung Koroner, Silent infarction 40% kr neuropati otonomik, kardiomiopati diabetika (Penyakit Jantung Diabetika)

  1. Paru

Mudah terjangkit Tuberculosis (TB) paru dengan berbagai komplikasinya.

  1. Saluran Cerna

Gastrointestinal (neuropati esofagus, gastroparese diabetikum (gastroparese diabeticum), gastroatropi, diare diabetic)

  1. Ginjal dan saluran kencing

Neuropati diabetik, sindroma kiemmelstiel Wilson, pielonefritis, necrotizing pappilitis, Diabetic Neurogenic Vesical Disfunction, infeksi saluran kencing, disfungsi ereksi/ impotensi, vulvitis.

  1. Saraf

Perifer: parestesia, anestesia, gloves neuropati, stocking, neuropati, kramp

  1. Sendi

Poliarthritis

  1. Kaki diabetika (diabetic foot)

Merupakan kombinasi makroangiopati, mikroangopati, neuropati dan infeksi pada kaki.

  1. Tata laksana pengobatan diabetes melitus

Kadar gula darah pada penderita diabetes harus bisa diturunkan hingga level normal atau mendekati normal. Berbagai metode baik herbal atau medis diterapkan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Tata cara pengobatan diabetes melitus antara lain :

  1. Pengaturan gaya hidup sehat

Sangat penting bagi penderita diabetes untuk mengikuti aturan gaya hidup sehat. Penerapan gizi seimbang pada makanan akan berpengaruh pada jumlah kalori yang masuk sehingga turut mempengaruhi kadar gula darah. Olahraga rutin seperti bersepeda, jalan kaki, jogging dan berenang perlu dilakukan untuk membakar kalori dalam tubuh.

  1.  Pemberian obat hipoglikemik oral (OHO)

Pemberian obat hipoglikemik akan dilakukan apabila dalam jangka waktu dua minggu penerapan diet dan olah raga tidak mampu menurunkan kadar gula darah.

  1. Pemberian insulin

Pemberian insulin akan dilakukan oleh tenaga medis apabila kedua cara di atas tidak efektif dalam menurunkan kadar gula

  1. Penderita diabetes sebaiknya rajin berkonsultasi untuk mengontrol kadar gula darahnya. Cara pengobatan diabetes melitus selain dengan ketiga cara di atas juga dapat dengan cara herbal alami. Pencegahan diabetes dengan diet makanan seimbang dan rutin berolahraga, sebaiknya dilakukan sedini mungkin.
  1. Pencegahan Diabetes Mellitus
    1. Terapkan pola hidup sehat

Buatlah hidup anda teratur dan terjadwal didalam menjalankan aktivitas kehidupan. Ketidak teraturan dalam pola  hidup akan sengat mempengaruhi kerja berbagai organ dan kelenjar

  1.  Terapkan pola makan yang baik dan sehat

Jaga diri anda dari masuknya asupan makanan yang tidak sehat dan beresiko terhadap kesehatan dalam jangka panjang seperti makanan dengan tinggi lemak, makan yang mengandung pengawet, perasa, dan pewarna buatan

  1. Jaga kondisi mental spiritual anda

Jauhkan dari kondisi stres yang berkepanjangan, jauhi dari sikap suka marah, dan selalu menjalin hubungan dengan Tuhan dengan berbagai Ibadah dalam agama. Kondisi mental spiritual sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

  1. Lakukan aktivitas fisik secara rutin

Aktifitas fisik bisa dilakukan dengan olahraga, pekerjaan yang penuh dengan aktifitas fisik seperti berbelanja ke pasar dengan jalan kaki dan lain sebagainya

  1.  Jaga berat bandan pada batas ideal

Anda mengalami Obesitas atau kegemukan? Segera turunkan berat badan anda. Obesitas memiliki faktor resiko yang sangat tinggi untuk seseorang terserang berbagai penyakit berat  seperti jantung koroner, kanker, dibetes melitus, dan penyakit berat lainnya.

  1. Jauhi rokok dan minuman beralkohol

Anda merokok dan suka minuman beralkohol? Hati-hati ! Anda telah menyiapkan masa depan yang sangat membahayakan terhadap kesehatan anda. Anda sangat rentan untuk terserang penyakit diabetes dan penyakit berat lainnya dikemudian hari.

  1. Konsumsilah berbagai herbal yang bisa mencegah dibetes melitus

Di alam sekitar banyak tersedia bahan-bahan herbal yang bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi penyakit diabetes seperti VCO atau Virgin Coconut Oil dan Gamat Gold. Virgin Coconut Oil atau VCO berfungsi untuk melindungi pankreas dari serangan virus penyebab diabetes sedang gamat gold sangat bermanfaat dalam menjaga vitalitas organ seperti pankreas, liver dan ginjal.

  1. Faktor Resiko Diabetes Melitus
  1. Riwayat Keluarga

Faktor keturunan atau genetik punya kontribusi yang tidak bisa diremeh untuk seseorang terserang penyakit diabetes. Menghilangkan faktor genetik sangatlah sulit. Yang bisa dilakukan untuk seseorang bisa terhindar dari penyakit diabetes melitus karena sebab genetik adalah dengan memperbaiki pola hidup dan pola makan. Dengan memperbaiki pola makan dan pola hidup, akan terhindar dari penyakit yang mengerikan ini. 

  1. Obesitas Atau Kegemukan

Kegemukan bisa menyebabkan tubuh seseorang mengalami resistensi terhadap hormon insulin. Sel-sel tubuh bersaing ketat dengan jaringan lemak untuk menyerap insulin. Akibatnya organ pankreas akan dipacu untuk memproduksi insulin sebanyak-banyaknya sehingga menjadikan organ ini menjadi kelelahan dan akhirnya rusak. Segera hindari makan makanan yang tinggi kalori. 

  1. Usia Yang Semakin Bertambah

Usia dia atas 40 tahun banyak organ-organ vital melemah dan tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Bahkan pada wanita yang sudah mengalami monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin. 

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor cukup besar untuk seseorang mengalami kegemukan dan melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan juga pankreas. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. 

  1. Merokok

Asam rokok ternyata menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan sifatnya sangat komplek. Termasuk terhadap resiko seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Jadilah orang yang berakal dan cerdas dengan tidak menimbun racun dalam tubuh kita walaupun rokok dianggab bisa memberikan kenikmatan. Kasihanilah tubuh anda. Efek jangka panjang rokok sungguh sangat mengerikan. Maka sangat sesuai sekali kalau agama sangat membenci rokok karena memang lebih banyak kerusakannya ketimbang manfaatnya. 

  1. Mengkonsumsi  Makanan  Berkolesterol  Tinggi

Manakan berkolesterol tinggi juga diyakini memberi kontribusi yang cukup tinggi untuk seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Batasi konsumsi kolestorol anda tidak lebih dari 300 mg per hari. 

  1. Stres Dalam Jangka Waktu Lama

Kondisi setres berat bisa mengganggu keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh termasuk produksi hormon insulin. Disamping itu setres bisa memacu sel-sel tubuh bersifat liar yang berpotensi untuk seseorang terkena penyakit kanker juga memicu untuk sel-sel tubuh menjadi tidak peka atau resiten terhadap hormon insulin. Belajarlah untuk berpola hidup santai walau dalam keadaan serius. Banyak-banyaklah untuk selalu bertawakkal kepada Tuhan dalam setiap menghadapi masalah hidup. Bergantunglah hanya kepada Tuhan dalam setiap lika-liku kehidupan agar pikiran tenang dan beban terasa ringan. 

  1. Hipertensi  atau Darah Tinggi

Jagalah tekanan darah anda tetap di bawah 140/90 mmHg. Jangan terlalu banyak konsumsi makanan yang asin-asin. Garam yang berlebih memicu untuk seseorang teridap penyakit darah tinggi yang pada akhirnya berperan dalam meningkatkan resiko untuk anda terserang penyakit diabetes melitus. 

  1. Kehamilan

Pada saat hamil, plasenta memproduksi hormon yang mengganggu keseimbangan hormon insulin dan pada kasus tertentu memicu untuk sel tubuh menjadi resisten terhadap hormon insuline. Kondisi ini biasanya kembali normal selah masa kehamilan atau pasca melahirkan. Namun demikian menjadi sangat beriso terhadap bayi yang dilahirkan untuk kedepan punya potensi diabetes melitus. 

  1. Ras

Ada beberapa ras manusia di dunia ini yang punya potensi tinggi untuk terserang diabetes melitus. Peningkatan penderita diabetes di wilayah Asia jauh lebih tingi dibanding di benua lainnya. Bahkan diperkirakan lebih 60% penderita berasal dari Asia. 

  1. Terlalu Sering Konsumsi Obat-Obatan Kimia

Konsumsi obatan kimia dalam jangka waktu yang lama diyakini akan memberika efek negatif yang tidak ringan. Obat kimia ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi mengobati di sisi yang lain mengganggu kesehatan. Bahkan tidak sedikit kasus penyakit berat seperti jantung dan liver serta diabetes diakibatkan oleh terlalu seringnya mengkomsumsi obat kimia. Salah satu obat kimia yang sangat berpotentsi sebagai penyebab diabetes adalah THIAZIDE DIURETIK dan BETA BLOKER. Kedua jenis obat tersebut sangat meningkatkan resiko terkena diabetes melitus karena bisa merusak pankreas.

Artikel Lainnya

Artikel, Saturday, 11 May 2013 10:12
Artikel, Tuesday, 11 November 2014 14:14
Artikel, Thursday, 05 December 2013 14:25
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.