Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

HIPERTENSI

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Tuesday, 17 February 2015 14:27
  1. Definisi

Hipertensi merupakan suatu kondisi yang diakibatkan adanya peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri yakni tekanan diastolik diatas 95 mmHg, sedangkan tekanan darah yang normal umumnya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebih 90 mmHg.

  1. Diagnosa Hipertensi

Diagnosis hipertensi didasarkan pada peningkatan tekanan darah yang terjadi pada pengukuran yang berulang. Joint National Committee VIImenuliskan diagnosis hipertensi ditegakan berdasarkan sekurang-kurangnya dua pertama harus dikonfirmasi pada sedikitnya dua kunjungan lagi dalam waktu satu sampai beberapa minggu tergantung dari tingginya tekanan darah tersebut). Diagnosis hipertensi ditegakan bila dari pengukuran berulang-ulang tersebut diperoleh nilai rata-rata tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg dan atau tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg. Diagnosis hipertensi boleh ditegakan bila tekanan darah sistolik ≥ 210 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 120 mmHg.

  1. Gejala Hipertensi
  1. Sakit kepala
  2. Jantung berdebar-debar
  3. Sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat
  4. Mudah lelah.
  5. Penglihatan kabur
  6. Wajah memerah
  7. Hidung berdarah
  8. Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  9. Telinga berdening (tinnitus)
  10. Dunia terasa berputar (vertigo)
  1. Penyebab Hipertensi
  1. Faktor genetik atau keturunan

Faktor keturunan memang selalu memainkan peranan penting dari timbulnya suatu penyakit yang dibawa oleh gen keluarga. Bila salah satu anggota keluarga atau orang tua memiliki tekanan darah tinggi, maka anak pun memiliki resiko yang sama dan bahkan resiko tersebut lebih besar dibanding yang diturunkan oleh gen orang tua.

  1. Usia

Usia juga mempengaruhi tekanan darah seseorang, semakin bertambahnya usia maka tekanan darah pun akan semakin meningkat. Namun usia yang semakin tua pun tekanan darah dapat dikendalikan dengan tetap menjaga pola asupan makan, rajin berolahraga dan melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah.

  1. Garam

Garam mempunyai peluang yang sangat besar dalam meningkatan tekanan darah secara cepat. Ditambah pada mereka yang sebelumnya memiliki riwayat terhadap penyakit diabetes, hipertensi ringan dan mereka yang berusia diataas 45 tahun.

  1. Kolesterol

Kolesterol yang identik dengan lemak berlebih yang tertimbun pada dinding pembuluh darah. Pembuluh darah yang dipenuhi dengan kolesterol ini akan mengalami penyempitan dan mengakibatkan tekanan darah pun meningkat.

  1. Obesitas/kegemukan

Seseorang yang memiliki berat tubuh berlebih atau kegemukan merupakan peluang besar terserang penyakit hipertensi.

  1. Stress

Stress dapat memicu suatu homron dalam tubuh yang mengendalikan pikirang seserang. Jika mengalami stress hal tersebut dapat mengakibatkan tekanan darah semakin tinggi dan meningkat, tak hanya itu mampu mempengaruhi mood atau perasaan seseorang terhadap suatu emosi jiwa.

  1. Rokok

Kandungan nikotin dan zat senyawa kimia yang cukup berbahaya yang terdapat pada rokok juga memberikan peluang besar seseorang menderita hipertensi terutama pada mereka yang termasuk dalam perokok aktif. Tak hanya mengkibatkan hipertensi, zat rokok yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh akan meningkatkan resiko pada penyakit diabetes mellitus, serangan jantung dan stroke.

  1. Kafein

Kafein banyak terdapat pada kopi,teh dan minuman bersoda. Kopi dan teh jika dikonsumsi melebihi batasan normal dalam penyajian akan mengakibatkan hipertensi. sebenarnya kopi memiliki manfaat yang baik bagi tubuh terutama bagi pria dewasa dalam hormon seksualnya, begitu pula dengan teh mengandung antioksidan yang sangat baik dan diperlukan oleh tubuh. Untuk itu batasi asupan minum kopi dan teh minimal 1 cangkir = 100ml.

  1. Minuman beralkohol

Minuman beralkohol seperti bir, wiski, minuman yang dibuat dari ragi, tuak dsb. Minuman alkohol ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

  1.  Kurang olahraga

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga membuat organ tubuh dan pasokan darah maupun oksigen menjadi tersendat sehingga meningkatkan tekanan darah. Dengan melakukan olahraga teratur sesuai dengan kemampuan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

  1. Faktor Risiko Hipertensi

Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dengan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosisnya pada tahap awal. Semakin awal diagnosis hipertensi diketahui, semakin besar pula kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat normal dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tanpa perlu mengonsumsi obat.

  1. Berusia di atas 65 tahun
  2. Makan banyak garam
  3. Kelebihan berat badan
  4. Memiliki keluarga dengan tekanan darah tinggi
  5. Kurang makan buah dan sayuran
  6. Kurang berolahraga
  7. Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein)
  8. Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras
  1. Pengobatan Hipertensi
  1. Diuretik

Khasiat hipertensi diuretik berawal dari efeknya meningkatkanekskresi natrium, klorida, dan air, sehingga mengurangi volume plasma dan cairan ekstrasel. Tekanan darah turun akibat berkurangnya curah jantung, sedangkan resistensi perifer tidak berubah pada awal terapi. pada pemberian kronik, volume plasma kembali tetapi masih kira-kira 5% dibawah nilai sebelum pengobatan curah jantung kembali mendekati normal. Tekanan darah tetap turun karena sekarang resistensi perifer menurun.

  1. β-Bloker (beta-bloker).

Pengurangan denyut jantung dan kontraktilitas miokard menyebabkan denyut berkurang. Refleks baroreseptor serta hambatan reseptor B2 Vaskuler menyebabkan resistensi perifer menurun, mungkin sebagai penyesuaian terhadap pengurangan curah jantung yang kronik. Cara yang kedua adalah hambatan sekresi rennin melalui reseptor B1 di ginjal.

  1. α-Bloker (Alfa-bloker).

Antagonis adrenoreseptorm α memblok reseptor adrenergic α dipembuluh darah sehingga vasodilatasi

  1. Antagonis kalsium

Obat antihipertensi golongan antagonis kalsium bekerja dengan jalan memblok kanal kalsium yang terletak pada otot polos sehingga mencegah terjadinya vasokonstriksi

  1. Penghambat Enzim konversi Angiotensin (ACE-inhibitor)

Mekanisme kerja penghambat ACE adalah mengurangi pembentukan angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldostero yang menyebabkan terjadinya ekresi natrium dan air,serta retensi kalium. Akibatnya terjadi penurunan tekanan darah akibat penghambat ACE disertai dengan penurunan resistensi perifer

  1. Obat Antihipertensi Kerja Sentral

Kelompok ini termasuk metildopa, yang mempunyai keuntungan karena aman bagi pasien asma, gagal jantung, dan kehamilan. Efek sampingnya diperkecil jika dosis perharinya dipertahankan tetap dibawah 1g.

  1. Antagonis Reseptor Angiotensin II

Ada dua tipe reseptor angiotensin II. tipe I Mengontrol vasokonstriksi dan sintesis aldosteron, dan tipe 2 yang aksinya kurang spesifik. Antagonis angiotensin II menghambat pada reseptor tipe I dan memiliki tipe yang sama dengan penghambat ACE dan menurunkan tekanan darah namun efek sampingnya lebih kecil.

  1. Vasodilator

Obat antihipertensi golongan ini dapat mengembangkan dinding-dinding arteriola sehingga daya tahan pembuluh perifer berkurang dan tekanan darah menurun. Mekanisme kerjanya langsung terhadap obat-obat licin pembuluh yang daya kontraksinya dikurangi, tanpa hubungan dengan saraf-saraf adrenergic.

  1. Komplikasi dari hipertensi bisa mengenai target sebagai berikut:
  1.  Ginjal

Hipertensi dapat menyebabkan gangguan struktur penyaring ginjal yang pada akhirnya menyebabkan penyakit ginjal tahap akhir dimana penderita dapat mengalami cuci darah.

  1. Jantung

Hipertensi dapat mengakibatkan pembesaran dinding vertikal jantung yang akan mengganggu pompa jantung akibatnya jantung tidak dapat bekerja optimal dan mengakibatkan gagal jantung seumur hidup.

  1. Otak

Pada otak penderita hipertensi akan mengalami gangguan seperti penyumbatan atau pendarahan yang mengakibatkan penderita meninggal, misalnya stroke.

  1.  Mata

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan retinopati hipertensif (pendarahan), pecahnya pembuluh darah pada retina sehingga terjadi gangguan penglihatan.

  1.  Pembuluh Darah Tepi

Pembuluh darah tepi dapat mengalami penyumbatan maupun diseksi aorta.

Artikel Lainnya

Artikel, Tuesday, 09 September 2014 11:33
Artikel, Thursday, 09 October 2014 14:49
Artikel, Wednesday, 04 February 2015 13:38
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.