Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

INSEKTISIDA ALAMI

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Tuesday, 13 January 2015 14:03

Insektisida nabati memiliki daya tarik bagi banyak pihak, karena merupakan insektisida alami yaitu insektisida yang didapat dari tanaman. Meningkatnya pamor kembali ke alam (back to nature) membuat segala sesuatu yang berasal dari alam menjadi diminati, demikian juga dengan insektisida nabati. Beberapa insektisida alami diantaranya adalah :

  1. Piretrum

Diantara insektisida alami yang masih digunakan, piretrum merupakan yang terbesar untuk mengendalikan berbagai serangga hama pemukiman. Piretrum berasal dari ekstrak bunga Chrysanthemum cinerafolium. Bubuk bunga ini pertama kali digunakan manusia pada awal abad 19 untuk mengendalikan tuma (kutu) manusia semasa perang Napoleon. Piretrum bekerja dengan melumpuhkan (knockdown) serangga secara cepat dan sifat ini sangat dikenal pada industri aerosol insektisida rumah tangga.

Piretrum mengandung 6 bahan aktif yang secara kolektif dikenal dengan piretrin yaitu piretrin I, piretrin II, sinerin I, sinerin II, jasmolin I, Jasmolin II. Diantara keenam senyawa tersebut, piretrin I merupakan yang paling aktif sebagai insektisida.

Kenya, Tasmania, Australia dikenal sebagai penghasil utama piretrin di dunia, disamping negara-negara lainnya seperti Tanzania, Rwanda, Papua Nugini dan Ekuador. Bunga Chrysanthemum kering mengandung 0,9-1,3 % piretrin. Konsentrat ekstrak piretrin sebagai bahan aktif tersedia dalam konsentrasi 20-25 % dalam pelarut.

  1. Nikotin

Nikotin adalah suatu alkaloid yang berasal dari ekstrak tanaman tembakau. Alkaloid adalah suatu senyawa heterosiklik yang mengandung nitrogen dan mempunyai sifat-sifat fisiologi yang menarik. Contoh-contoh alkaloid yang lain adalah kafein (kopi dan teh), morfin (opium), kokain (daun koka), kuinin (kina), dst. Nikotin sebagai insektisida adalah racun kontak yang baik karena kemampuannya untuk menembus integumen serangga. Sangat efektif terhadap berbagai serangga, khususnya serangga bertubuh lunak seperti ulat, dan apid (Lepidoptera). Nikotin lebih banyak dipakai diindustri pertanian. Tepung tembakau dipakai (tobacco dust) untuk repelen anjing dan kelinci di negara-negara maju.

  1. Rotenon

Rotenon dihasilkan dari akar (rhizoma) dari dua genus tanaman legume (kacang-kacangan) yaitu Derris elliptica dari Asia Tenggara dan Lonchocarpus spp dari Amerika Serikat. Orang awam mengenal rotenon sebagai racun ikan. Rotenon digunakan untuk reklamasi kolam pemancingan atau taman burung. Yaitu dengan mengendalikan ikan yang ada, kemudian digantikan dengan spesies ikan yang dikehendaki. Pada dosis yang disarankan rotenon merupakan pisisida yang selektif untuk membunuh ikan namun tidak toksik terhadap organisme makanan ikan yang ada serta terurai secara cepat.

  1. Limonene atau d-Limonene

Senyawa ini termasuk anggota baru dalam insektisida alami. Limonene (d-limonene) digolongkan dalam minyak essensial tanaman atau dikenal juga sebagai floral atau scented plant chemical, yang diekstrak dari kulit jeruk dan efektif untuk mengendalikan hama pada hewan piaraan termasuk tungau, pinjal, caplak tetapi tidak toksik terhadap hewan berdarah panas. Pada minyak jeruk (citrus oil) terkandung beberapa bahan yang bersifat insektisida, namun limonene (d-limonene) merupakan yang terpenting dan bagian terbesar dalam minyak kulit jeruk.

  1. Azadirachtin

Ekstraksi biji tanaman mimba/neem (Azadirachta indica) menghasilkan minyak neem yang mengandung bahan aktif azadirachtin. Azadirachtin bekerja baik sebagai insektisida, fungisida, bekterisida ataupun sebagai zat pengatur tubuh serangga.

Artikel Lainnya

Artikel, Thursday, 15 August 2013 14:36
Artikel, Monday, 17 November 2014 14:52
Artikel, Tuesday, 31 March 2015 15:45
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.