Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

Keselamatan Pasien sebagai upaya Perbaikan Mutu Menuju Puskesmas Terakreditasi Nasional

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Tuesday, 03 February 2015 13:34

Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional, masyarakat dapat memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama yang sesuai dengan kebutuhan dan kepuasan mereka. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dan gate keeper pada pelayanan kesehatan formal dan penapis rujukan, harus dapat memberikan pelayanan bermutu sesuai dengan standar pelayanan maupun standar kompetensi. Oleh karena itu, Puskesmas dituntut untuk selalu meningkatkan mutu penyelenggaraan pelayanan Puskesmas baik dalam administrasi manajemen Puskesmas, pelayanan klinis maupun pelayanan program Puskesmas. Akreditasi merupakan salah satu upaya dalam menjamin peningkatan mutu pelayanan Puskesmas. Pelaksanaan Standar Akreditasi Puskesmas ini diharapkan akan memberikan manfaat tidak hanya bagi kepuasan pasien karena pelayanan yang diberikan aman dan sesuai standar, tetapi juga bagi kepuasan dan keamanan petugas kesehatan dalam pemberian layanan

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang ”Pusat Kesehatan Masyarakat”, merupakan landasan hukum dalam penyelenggaraan Puskesmas. Puskesmas yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang digunakan. Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, serta dapat menjawab kebutuhan mereka, oleh karena itu upaya peningkatan mutu, manajemen risiko dan keselamatan pasien perlu diterapkan dalam pengelolaan Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat melalui upaya pemberdayaan masyarakat dan swasta

Mutu pelayanan kesehatan adalah kinerja yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, yang disatu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta dipihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan

Risiko yang mungkin terjadi pada sarana pelayanan kesehatan
menurut McCaffrey & Hagg-Rickert, Risk Management Handbook, pp 100-104, 2004 adalah

  1. Risiko yang terkait dengan pelayanan pasien
  2. Risiko yang mungkin dialami oleh tenaga klinis
  3. Risiko yang mungkin dialami oleh tenaga kesehatan yang lain
  4. Risiko yang terkait dengan sarana dan prasarana
  5. Risiko financial
  6. Risiko lain (yang lain, misalnya yang terkait dengan penggunaan kendaraan/alat transportasi, misalnya ambulans, vans, sepeda motor dsb)

Ada beberapa contoh kasus di dunia kedokteran yang berakibat fatal sehingga menimbulkan kematian yaitu kasus RS Lamongan, Kasus Wayne dan kasus RS Siloam

Wayne meninggal dunia di “Queen’s Medical Center”, Nottingham, Inggris, tepat pukul 8 pagi, setelah obat kemoterapi “Vincristine” yang seharusnya disuntikkan i.v, oleh dokter disuntikkan intrathecal. Yang seharusnya disuntikkan intrathecal adalah cytosine. Dr. Feda Mulhem dikenai hukuman 8 bulan penjara atas pembunuhan tak direncanakan --ditambah 10 bulan penjara atas tuduhan lainnya, menyebabkan kematian pada pasien muda, Wayne Jowett.

Kasus terakhir adalah meninggalnya 2 pasien RS Siloam. Ramai diberitakan, dua pasien RS Siloam, Karawaci tewas lantaran kesalahan pemberian obat bius. Obat tersebut diduga tertukar label antara Buvanest Spinal dan Asam Tranexamat. Obat yang semestinya diberikan adalah Buvanest Spinal, tapi yang disuntikkan justru berisi Asam Tranexamat. Pasien pertama tewas karena dugaan pembiusan untuk melakukan operasi Caesar. Sedangkan pasien kedua tewas karena dugaan saat pembiusan untuk operasi kandung kemih.

Buvanest Spinal dan Asam Tranexamat sama-sama obat bius. Tujuannya untuk mematikan rasa sakit saat pembedahan berlangsung. Akan tetapi, masing-masing memiliki cara berbeda untuk diinjeksi ke dalam tubuh. Sesuai prosedur Buvanest Spinal diinjeksi melalui rongga tempat syaraf tulang belakang. Pembiusan ini biasa dilakukan pada pembedahan Caesar, patah tulang kaki, usus buntu, dan operasi kandung kemih.

Untuk mencegah terjadinya kasusu kasus diatas maka pelayanan puskesmas dalam melaksanakan pelayanannya harusa senantiasa memperhatikan Keselamatan pasien (patient safety). Upaya Keselamatan Pasien adalah  reduksi dan meminimalkan tindakan yang tidak aman dalam sistem pelayanan kesehatan sebisa mungkin melalui pratik yang terbaik untuk mencapai luaran klinis yang optimum. (The Canadian Patient Safety Dictionary, October 2003). Beberapa hal yang menjadikan pentingnya Keselamatan pasien adalah

  1. Isu kesehatan global yang serius – HAIs, Pasien Jatuh dll.
  2. Tidak boleh ada pasien menderita cedera yang dapat dicegah
  3. Tuntutan kasus malpraktek meningkat.
  4. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan

Adapun  Sasaran Keselamatan Pasien meliputi :

  1. Ketepatan identifikasi pasien;
  2. Peningkatan komunikasi yang efektif;
  3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai;
  4. Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi;
  5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan;
  6. Pengurangan risiko pasien jatuh

 

Referensi :

  1. Permenkes No.1691 Thn 2011 Ttg     Keselamatan Pasien
     
  2. UU No. 44 Tahun 2009 Ttg Rumah   Sakit, Pasal 13 (3), Pasal 32 (e),(n) dan Pasal 43.
  3. UU No. 29 Tahun 2004 Ttg  Praktik              Kedokteran, Pasal 2.
  4. UU No. 36 Tahun 2009 Ttg Kesehatan,         Pasal 5 (2), Pasal 19, Pasal 54

Artikel Lainnya

Artikel, Monday, 08 December 2014 13:22
Artikel, Sunday, 18 January 2015 14:45
Artikel, Thursday, 09 October 2014 14:49
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.