Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

PENGEMBANGAN STBM DI KABUPATEN SUKOHARJO

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Wednesday, 30 April 2014 15:03

Hidup dilingkungan yang sehat dan nyaman adalah dambaan setiap penduduk termasuk masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Dalam upaya mewujudkan kondisi tersebut, maka Kabupaten Sukoharjo menjadi peserta program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman) sejak tahun 2010. Hal tersebut telah dikuatkan dengan Pembentukan Pokja AMPL melalui Surat Keputusan Bupati Sukoharjo No 690.05/202/2011 Tahun 2011 tentang pembentukan Kelompok Kerja Dan Tim Teknis Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten yang sekretariatnya dibawah koordinasi Bappeda. Empat sektor yang menjadi prioritas adalah :

  1. Limbah domestik terutama buangan septictank
  2. Pengelolaan sampah rumah tangga
  3. Draenasse lingkungan
  4. PHBS menuju lingkungan sehat

Dalam praktiknya...upaya perubahan perilaku menuju lingkungan sehat menggunakan pendekatan STBM

PENGERTIAN STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Dasar pelaksanaanya adalah Kepmenkes No 852/Menkes/SK/IX/2008 yang diperbaharui dengan Kepmenkes No 3 tahun 2014 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Ciri khas dari pendekatan STBM adalah :

  1. Meniadaakan subsidi untuk pembangunan sarana sanitasi tingkat rumah tangga.
  2. Merupakan methode cepat untuk meningkatkan akses sanitasi dan perubahan perilaku higiene di Indonesia.
  3. STBM adalah satu-satunya program sanitasi yang menyasar langsung ke tingkat rumah tangga.
  4. STBM berfokus pada perubahan perilaku, bukan pembangunan sarana.

PELAKU  STBM

  1. Pemerintah pusat ,daerah hingga desa dan kalurahan.
  2. Tokoh agama dan tokoh masyarakat
  3. Masyarakat
  4. Pihak swasta

Agar para pelaku pengembangan STBM dapat melaksanakan peran secara optimal sesuai kapasitasnya, maka sejak tahun 2008 di Kabupaten Sukoharjo telah dilaksanakan berbagai kegiatan mencakup advolasi, sosialisasi, forum konsultasi, pelatihan, workshop, penyuluhan, lomba, monitoring dan evaluasi.

LIMA PILAR  STBM

Pengembangan STBM dimasyarakat mencakup :

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan;
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun;
  3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga;
  4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan
  5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.

IMPLEMENTASI PILAR PERTAMA : STOP BUANG AIR BESAR di SEMBARANGAN TEMPAT

Pencemaran lingkungan oleh tinja atau kotoran manusia berakibat pada terjangkitnya berbagai penyakit menular terutama diare, thipoid, kecacingan. Alur masuknya tinja manusia masuk ke mulut digambarkan sebagai berikut :

 Terjadinya pencemaran lingkungan oleh tinja disebabkan oleh :

  1. Adanya penduduk yang masih buang air besar tidak dijamban ( modol, ndulih )
  2. Adanya WC yang bocor atau sengaja dibocorkan ke sungai atau saluran
  3. Jamban cemplong tanpa penutup sehingga serangga dan tikus dapat keluar masuk

Untuk penyadaran masyarakat tentang bahaya akibat praktik BABS, maka dilakukan kegiatan pemicuan dan penyuluhan pada kelompok kelompok masyarakat. Melalui kegiatan pemicuan diharapkan masyarakat secara sadar dan mandiri mau melakukan perubahan perilaku untuk BAB di Jamban karena jamban sehat efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Jamban sehat perlu dibangun, dimiliki, dan digunakan oleh keluarga dengan penempatan (di dalam rumah atau di luar rumah) yang mudah dijangkau oleh penghuni rumah. Salah satu kendala masih banyaknya penduduk yang belum memiliki jamban keluarga adalah faktor pembiayaan. Untuk mensiasati masalah tersebut maka Sekretariat STBM Pusat melaksanakan inovasi konsep wirausaha sanitasi. Melalui konsep ini diharapkan disetiap wilayah muncul wirausaha yang mampu memenuhi permintaan masyarakat menyediakan jamban sehat, sederhana dan murah.

DESA / KELURAHAN ODF

 Adalah desa atau kelurahan yang 100% penduduknya telah mempraktikan buang air besar di jamban termasuk pembuangan kotoran bayi dan orangtua jompo. Desa atau kelurahan dinyatakan ODF apabila telah dilakukan verifikasi oleh tim kecamatan. Awal tahun2014, desa ODF di Kabupaten Sukoharjo baru mencapai 18 desa dari target 48, hal ini tertunya harus dilakukan berbagai upaya percepatan.

IMPLEMENTASI PILAR KEDUA CTPS

MANFAAT CTPS ?

  1. Melindungi kesehatan keluarga (Menurunkan kasus Diare hingga 47%, ISPA dan Flu Burung hingga 50%, dan direkomendasikan untuk pencegahan avian flu atau flu burung)
  2. Merupakan upaya sederhana, mudah dan terjangkau untuk mencapai sehat
  3. Mendidik anggota keluarga untuk berperilaku bersih, kegiatan yang menyenangkan keluarga (lakukan sambil bermain dengan anak)

LIMA WAKTU PENTING CTPS

  1. Sebelum makan
  2. Sebelum menghidangkan makanan
  3. Sebelum memberi makan bayi / balita
  4. Sesudah BAB dan BAK
  5. Sesudah memegang hewan.

PRINSIP CTPS

  1. Menggunakan air mengalir
  2. Menggunakan sabun cair
  3. Setelah CTPS mernggunakan lap bersih dan kering atau dikibas kibaskan

IMPLEMENTASI PILAR KETIGA PENGELOLAAN AIR MINUM DAN MAKANAN RUMAH TANGGA

Air merupakan kebutuhan pokok manusia yang rata rata memerlukan 40 s/d 60 l / hari / orang. Mengingat air sangat berpotensi sebagai media penularan penyakit dan ganguan kesehatan, maka air yang digunakan atau dikonsumsi harus memenuhi beberapa persyaratan :

  1. Syarat fisik           : jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa atau rasanya segar.
  2. Syarat bakteriologis : yaitu tidak mengandung kuman kuman penyebab penyakit
  3. Syarat kimia         : tidak mengandung unsur atau senyawa kimia berbahaya
  4. Syarat radioaktif : tidak mengandung unsur radioaktif

Sumber air minum yang dimanfaatkan oleh penduduk Kabupaten Sukoharjo meliputi perpipaan PDAM, perpipaan non PDAM ( pengadaan melalui program Pamsimas, DAK Air Bersih, PNPM ), sumur gali, sumur pompa dangkal dan sumber lain yaitu membeli dari penjual keliling atau dari depot isi ulang. Beberapa permasalahan dalam penyediaan air bersih diwilayah Sukoharjo. Bebrapa permasalahan yang dialami dalam penyediaan air bersih antara lain pada saat kemarau panjang wilayah selatan membutuhkan dropping air, beberapa lokasi tepian bengawan solo dijumpai air yang payau atau asin.

IMPLEMENTASI PILAR KEEMPAT PENGAMANAN SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA

Meningkatnya volume timbulan sampah di Kabupaten Sukoharjo semakin meningkat. Hal ini tentunya menjadi permalahan serius yang harus segera ditangani. Konsep yang rekomendasikan adalah penganan sampah mulai dari sumbernya yaitu rumah tangga. Sampah dari rumah tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik. Atau ada yang mengelompokkan menjadi sampah lunak dan sampah padat. Masyarakat diharapkan memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengelola sampah sehingga volume yang dibuang ke area TPA dapat dikurangi. Model pengelolaan sampah yang dikembangkan di Kabupaten Sukoharjo adalah 3 R :

Reduce, yaitu mengurangi produksi sampah, contoh menyajikan jamuan makan menggunakan piring bukan kardus atau stereofom. Sampah organik diproses menjadi kompos

Reuse, yaitu mengurangi penggunaan barang sekali pakai, misal belanja ke pasar membawa tak plastik dari   rumah

Recycle, yaitu mendaur ulang sampah. Kertas, plastik, logam adalah barang barang yang potensi dilakukan daur ulang baik secara manual / tradisional maupun pabrikan.

IMPLEMENTASI PILAR KELIMA PENGELOLAAN SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA

Data statistik menyatakan limbah yang dihasilkan rumah tangga volumenya berlipat ganda dibandingkan limbah industri. Akan tetapi hal ini pada umumnya masih diabaikan sehingga masyarakat tampa merasa bersalah membuang limbah rumah tangga langsung ke lingkungan tanpa melalui pengolahan. Air limbah adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat umum dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup

EFEK BURUK LIMBAH

  1. Gangguan terhadap Kesehatan banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah dan juga banyak terdapat bakteri pathogen penyebab penyakit.
  2. Gangguan terhadap Kehidupan Biotik menyebabkan matinya ikan, bakteri-bakteri, dan juga dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman atau tumbuhan air.
  3. Gangguan terhadap kerusakan benda menyebabkan karat dan penyumbatan saluran limbah

BAGIAN UTAMA SARANA PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA

  1. Adanya saluran yang kedap air
  2. Adanya bak pemisah bahan padat dari air limbah
  3. Adanya penangkap lemak
  4. Adanya bak penampung limbah
  5. Adanya bak resapan

Artikel Lainnya

Artikel, Tuesday, 10 September 2013 14:56
Artikel, Tuesday, 17 February 2015 14:27
Artikel, Thursday, 28 August 2014 14:38
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.