Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Monday, 18 August 2014 14:22

Apa yang dimaksud dengan Demam Berdarah Dengue (DBD)?

DBD adalah penyekit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, ditandai dengan:

  • Demam 2-7 hari
  • Terdapat manifestasi perdarahan
  • Penurunan jumlah trombosit < 100.000 / mm3
  • Terdapat kebocoran plasma
  • Peningkatan hematocrit ≥ 20% dari nilai normal
  • Pemeriksaan serologis (ELISA, Rapid Diagnostic Test/RDT Dengue) menunjukkan hasil positif

Apa saja tanda dan gejala DBD?

Tanda dan gejala DBD adalah :

  • Demam 2-7 hari dapat disertai sakit kepala, nyeri otot dan persendian, sakit belakang bola mata.
  • Manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet positif, bintik perdarahan (petechie), mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB berdarah
  • Penurunan jumlah trombosit < 100.000 / mm3.
  • Tanda-tanda kebocoran plasma bisa peningkatan hematocrit ≥ 20% dari nilai baseline, efusi pleura, ascites, dan atau hypoproteinemia/hipoalbuminemia

Bagaimana siklus hidup nyamuk Aedes?

Nyamuk Aedes mengalami empat tahapan dalam siklus hidupnya yaitu telur, jentik, kepompong dan nyamuk.

Telur berwarna hitam, berbentuk lonjong, diletakkan satu persatu di pinggiran material (terutama material yang kasar). Telur dapat bertahan hingga 6 bulan dalam kondisi kering dan akan menetas 1-2 hari terkena/terendam air.

Jentik nyamuk Aedes terdiri dari kepala, torak dan abdomen. Di ujung abdomen terdapat sifon. Panjang sifon ¼ panjang abdomen. Dalam posisi istirahat jentik terlihat menggantung dari permukaan air dengan sifon di bagian atas. Pertumbuhan jentik menjadi kepompong selama 6-8 hari, teridiri atas 4 instar yaitu instar 1,2, 3 dan 4.

Kepompong adalah periode tidak makan, bentuknya seperti huruf koma, bergerak lincah (Gambar 3). Periode kepompong membutuhkan waktu 1-2 hari.

Nyamuk Aedes aegypti berwarna hitam kecoklatan bercorak putih pada bagian kepala, torak abdomen dan kaki. Yang membedakan jenis Ae. aegypti dengan Ae. Albopictus, pada bagian torak Ae. Aegypti terdapat warna putih bentuk bulan sabit sedangkan Ae. Albopictus bentuk garis lurus.

Bagaimana cara penularan virus Dengue?

Penularan virus dengue dapat terjadi apabila ada sumber penular (orang sakit), ada vektor dan ada orang sehat.

  • Seseorang yang terinfeksi virus dengue di dalam darahnya mengandung virus.
  • Bila digigit nyamuk vector DBD, virus terhisap masuk ke dalam lambung nyamuk, selanjutnya virus memperbanyak diri dan tersebar ke seluruh jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya (8-12 hari)
  • Selanjutnya nyamuk siap menularkan virus dengue kepada orang lain, dan virus tetap berada di dalam tubuh nyamuk yang dapat menularkan kepada orang lain lagi.

Dimana tempat potensial bagi penularan DBD?

  • Wilayah endemis DBD
  • Tempat-tempat umum (TTU) yang merupakan tempat berkumpulnya orang dari berbagai wilayah antara lain sekolah, Puskesmas, rumah sakit, pasar, tempat ibadah, tempat rekreasi, hotel, perpustakaan, restoran dll.
  • Pemukiman padat penduduk

Dimana tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes?

  • Tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari baik di dalam maupun di luar rumah, antara lain ember, drum, tempayan, bak mandi/WC dll.
  • TPA alamiah seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bamboo, pelepah pisang dll.

Bagaimana penyebaran nyamuk Aedes?

  • Tersebar luas di daerah tropis dan subtropics, hingga ketinggian ± 1000 m dari permukaan laut.
  • Kemampuan terbang nyamuk betina rata-rata 40 m, maksimal 100 m.

Bagaimana cara mencegah DBD?

  • menguras tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali, atau
  • menutupnya rapat-rapat.
  • Mengubur barang bekas yang dapat menampung air
  • Menaburkan racun pembasmi jentik (Larvasidasi)
  • Memelihara ikan
  • Cara-cara lain membasmi jentik.

Bagaimana cara penanggulangan DBD?

  • Penanggulangan seperlunya dilakukan oleh petugas kesehatan dibantu oleh masyarakat untuk membatasi penyebaran penyakit.
  • Jenis kegiatan yang dilakukan disesuaikan dengan hasil penyelidikan epidemiologi sebagai berikut:
  • Bila:
    1. Ditemukan penderita/tersangka demam berdarah dengue lainnya,atau
    2. Ditemukan 3 atau lebih penderita panas tanpa sebab yang jelas
    3. dan ditemukan jentik

maka dilakukan penyemprotan insektisida / fogging 2 siklus interval1 minggu disertai penyuluhan di rumah penderita/tersangka dan sekitarnya dalam radius 200 meter dan sekolah yang bersangkutan bila penderita/tersangka adalah anak sekolah.

  • Bila terjadi Kejadian Luar Biasa atau wabah, dilakukan fogging (2 siklus dengan interval 1 minggu) dan penyuluhan di seluruh wilayah yang terjangkit.
  • Bila tidak ditemukan keadaan seperti di atas, dilakukan penyuluhan di RW/Dusun yang bersangkutan, dengan langkah kegiatan :
    1. Pertemuan untuk musyawarah masyarakat desa dan RW/Lingkungan/Dusun
    2. Penyediaan tenaga untuk pemeriksa jentik dan penyuluhan untuk dilatih
    3. Pemantauan hasil pelaksanaan di tiap RW/lingkungan/Dusun.

Artikel Lainnya

Artikel, Tuesday, 10 September 2013 14:56
Artikel, Tuesday, 09 September 2014 11:33
Artikel, Friday, 09 December 2011 15:32
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.