Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

PENYULUHAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKOHARJO

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Wednesday, 02 July 2014 10:20

Anak-anak merupakan salah satu aset bangsa yang harus dijaga dan diperhatikan. Dikarenakan mereka nantinya yang akan menjadi generasi penerus untuk melanjutkan kelangsungan kehidupan suatu bangsa. Kita harus memperhatikan hak-hak mereka seperti bertumbuh kembang, pendidikan, bebas dari kekerasan, serta yang tak kalah penting kesehatan. Supaya anak-anak dapat bertumbuh kembang dengan baik dan kesehatannya selalu terjaga hingga dewasa maka diperlukan input pangan (makanan-minuman) yang aman, sehat dan bergizi. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo mengadakan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan anak-anak melalui penyuluhan pangan jajanan anak sekolah dan pengujian langsung bahan tambahan berbahaya pada sampel jajanan anak sekolah.

Program Penyuluhan Pangan Jajanan Anak Sekolah dilakukan bersamaan dengan Pengujian langsung bahan tambahan berbahaya pada sampel jajanan anak sekolah dengan sasaran anak murid Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Sebelum anak-anak diberi penyuluhan, tim melakukan sampling jajanan dari penjual di lingkungan sekolah dan penjual keliling yang berjualan di sekolah. Sampel jajanan yang diuji sekitar 30 jenis. Pengujian dilakukan terhadap sampel yang dicurigai mengandung bahan pewarna berbahaya (rhodamin B dan metanil yellow), formalin dan boraks seperti tempura, gula-gula, bakso, mie bakso, cilok, saus, meses, es sirup dll. Selama dilakukan pengujian anak-anak diberi penyuluhan.

Penyuluhan untuk anak-anak dilakukan selama kurang lebih 50-75 menit. Sebelum penyampaian materi, dilakukan pretest dan setelahnya dilakukan postest untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta dan sebagai indikator keberhasilan penyuluhan. Materi yang disampaikan pada penyuluhan adalah mengenai keamanan pangan, dimana poin yang disampaikan adalah pangan yang aman harus terbebas dari 3 (tiga) bahaya yaitu bahaya fisik (bahaya dari kotoran fisik seperti krikil, potongan kayu, potongan kaleng, plastik, besi dll), bahaya kimia (bahaya dari cemaran bahan kimia seperti sabun, pestisida, formalin, boraks, pewarna tekstil dll), serta bahaya biologis (bahaya dari cemaran mikroba baik bakteri, virus, kapang dan jamur serta parasit lain). Anak-anak banyak ditunjukkan bahaya jika mengkonsumsi pangan yang telah tercemar tersebut dan ditunjukkan bagaimana cara memilih pangan yang sehat dan aman melalui tayangan di slide.

Setelah penyampaian materi selesai, hasil dari pengujian sampel jajanan ditunjukkan langsung kepada anak-anak sehingga mereka dapat mengetahui jajanan mana saja yang aman untuk dimakan dan yang tidak aman untuk dikonsumsi. Dengan mengetahui secara langsung jajanan yang sering mereka makan ternyata tidak sehat/aman dan berbahaya bagi kesehatannya diharapkan mampu merubah pola fikir anak-anak tersebut sehingga mereka mampu menjaga diri serta pandai memilih jajanan yang sehat bagi mereka sendiri.

Diantara beberapa jajanan anak sekolah di Kabupaten Sukoharjo yang masih sering ditemukan mengandung bahan berbahaya adalah sbb. :

1. Tempura :

  • Tempura sosis yang berwarna merah mengandung pewarna tekstil Rhodamin-B
  • Beberapa jenis mengandung boraks dan formalin

2. Bakso Cilok

  • Mengandung boraks dan atau formalin

3. Meises

  • Yang berwarna merah mengandung pewarna tekstil Rhodamin-B

4. Kembang gula

  • Mengandung pewarna tekstil Rhodamin-B

5. Es Doger

  • Mengandung pewarna tekstil Rhodamin-B

Mari kita selamatkan anak-anak kita dari jajanan yang tidak aman dan tidak sehat !!!

Farmamin DKK Sukoharjo.

Artikel Lainnya

Artikel, Friday, 25 May 2018 13:47
Artikel, Friday, 09 December 2011 15:30
Artikel, Thursday, 05 February 2015 13:44
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.