Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

TOMCAT

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Monday, 16 March 2015 15:27

Baru-baru ini di tanah air tercinta ini semua orang dihebohkan oleh adanya serangan Tomcat di Surabaya, dan semua dibuat olehnya menjadi resah. Apakah sesungguhnya Tomcat itu, bagaimana perilakunya dan bagaimana mengatasinya? Tomcat merupakan sebutan untuk nama serangga penyebab peradangan kulit atau Dermatitis Paederus. Di Malaysia dikenal dengan istilah bukan Tomcat tetapi Charlee, semut semai atau semut kayap. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Rove beetle, atau Kumbang jelajah atau kumbang pengembara. Dermatitis ini merupakan bentuk reaksi alergi akibat kontak dengan kumbang Paederus yang keberadaanya umum di seluruh dunia, khususnya banyak ditemukan di daerah tropis. Kumbang ini sesungguhnya tergolong serangga berguna karena berperan sebagai predator aktif pada beberapa serangga pengganggu tanaman padi, seperti wereng batang coklat, wereng punggung putih, wereng zigzag, wereng hijau dan hama kedelai yang banyak terdapat di iklim tropis.

  1. Morfologi Tomcat
  1. Berukuran panjang antara 7-10 mm dan lebar antara 0,5 sampai 1 mm.
  2. Tubuh berbentuk memanjang, terbagi menjadi tiga bagian kepala, toraks, dan 3 ruas abdomen. Badan berwarna dasar coklat muda
  3. Kakinya terdiri atas 3 pasang dan tidak berkuku.
  4. Bersayap tidak sempurna dan berwarna gelap, terdiri dari dua pasang, tetapi tidak menutupi seluruh abdomen.
  5. Sayap depan mengeras disebut elitera, dan berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membranus atau bening digunakan untuk terbang (bila kondisi tertentu).
  6. Bila terancam akan menaikkan bagian perut sehingga nampak seperti kalajengking.
  7. Berkaki panjang, tipe serangga pejalan cepat
  1. Habitat dan Perilaku Tomcat  (Paederus sp.)
  1. Berkembang biak di habitat yang lembab seperti daun busuk basah dan tanah.
  2. Daur hidup dari telur-imago selama 18 hari.
  3. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa = 1 hari, dan pupa = 3,8 hari.
  4. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari.
  5. Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari.
  6. Populasi kumbang meningkat pesat pada akhir bulan musim hujan (bulan Maret dan April) dan kemudian dengan cepat berkurang dengan timbulnya cuaca kering pada bulan-bulan
  7. Berikutnya dan bersifat nokturnal (malam hari)
  1. Gejala Klinis Akibat Tomcat (Paederus sp.)
  1. Lesi adalah erythematous & edematous yg dapat linier, memberi penampilan seperti pukulan cemeti. Vesikula umumnya muncul ke tengah plak.
  2. Kulit yang terkena (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas. Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah (erythematobullous lession) yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar.
  1. Tatalaksana Kasus Pada Penderita Akibat Tomcat  (Paederus sp)
  1. Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga tersebut.
  2. Berikan pengobatan sebagaimana penanganan pada kasus dermatitis contact irritant, contohnya pemberian krim kortikosteroid.
  3. Apabila sudah timbul lesi seperti luka bakar, segera kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin.
  4. Apabila lesi sudah pecah, dapat diberi krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan.
  5. Ingatkan kepada pasien agar jangan menggaruk luka.
  6. Jangan taburi luka dengan balsem atau bedak.
  7. Beri antihistamin dan analgesik oral untuk simptomatis.
  1. Upaya Pengendalian Populasi Tomcat (Paederussp.) Di Permukiman
  1. Jika populasi Paederus sp.sedikit, maka lakukan penyemprotan langsung pada target serangga dengan insektisida rumah tangga.
  2. Jika populasi Paederus sp. Padat pada permukiman, maka lakukan penyemprotan residual, dengan tetap mengedepankan pemakaian insektisida nabati.
  1. Upaya Yang Dapat Dilakukan Oleh Masyarakat
  1. Jika menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit.
  2. Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.
  3. Bila kumbang di kulit kita, singkirkan hati-hati, meniup atau mengunakan kertas.
  4. Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit .
  5. Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan kumbang.
  6. Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk.
  7. Tidur menggunakan kelambu.
  8. Lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia.
  9. Semprot dengan insektisida rumah tangga, harus dipastikan terkena langsung pada serangga sasaran.
  10. Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada disekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

Artikel Lainnya

Artikel, Tuesday, 10 February 2015 14:11
Artikel, Monday, 26 January 2015 13:29
Artikel, Tuesday, 03 February 2015 13:34
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.