Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

Vaksin Meningitis Meningokokus Tetravalen bagi Jemaah Haji Indonesia

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Thursday, 02 October 2014 15:11

Meningitis meningokokus adalah penyakit radang selaput otak dan selaput sumsum tulang yang terjadi secara akut dan cepat menular. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Neisseria meningitidis, yang terdiri dari banyak serogrup dan yang sering menyebabkan penyakit adalah serogrup A, B ,C, Y, dan W-135. Gejala klinis penyakit ini adalah demam (panas tinggi) mendadak, nyeri kepala, mual, muntah, kaku kuduk, ketahanan fisik melemah, dan kemerahan di kulit. Pada keadaan lanjut, kesadaran menurun sampai koma serta terjadi perdarahan echymosis.

Pencegahan meningitis paling efektif adalah dengan imunisasi (vaksinasi) meningitis. Vaksinasi meningitis paling efektif dan aman dan dapat memberikan perlindungan selama tiga tahun terhadap serangan penyakit meningitis. Vaksin meningitis dianjurkan bagi orang lanjut usia dan penderita penyakit kronis seperti asma, paru-paru kronis, jantung, diabetes, ginjal, gangguan sistem imunitas tubuh, kelainan darah, dll.

Berkumpulnya populasi yang besar seperti jemaah haji dari berbagai negara di Arab Saudi, dapat merupakan penyebaran kuman dan penyakit , sehingga pemberian vaksinasi merupakan upaya yang penting dalam memberikan perlindungan kesehatan jemaah haji. Tanpa imunisasi meningitis, dikhawatirkan para jemaah yang tertular meningitis ketika menunaikan ibadah haji, akan membawa pulang kuman meningitis dan menimbulkan wabah meningitis di Indonesia.

Vaksin meningitis menjadi syarat wajib bagi calon jemaah haji. Vaksin meningitis berfungsi untuk menangkal penyakit radang selaput otak. Berada dalam kondisi di tengah jutaan manusia dari berbagai daerah sangat rentan bagi penularan penyakit radang selaput otak. Makanya harus ada sistem imun yang kuat. Setiap calon jamaah akan mendapatkan vaksin yang melindungi empat dari lima kelompok bakteri penyebab meningikokus, yaitu jenis A,C, W-135 dan Y. Satu jenis vaksin lagi, tipe B, sekarang ini sedang dalam tahap uji coba. Pemberian vaksin dilakukan antara 10-14 hari sebelum keberangkatan. Itu adalah masa paling efektif pemberian vaksin karena pada saat pemberangkatan, antibodi sedang terbentuk dengan kuat. Ketika antibodi sudah kuat, potensi tertular atau sekadar sebagai pembawa meningitis pun bisa ditekan. Masa inkubasi meningitis sendiri terbilang singkat, yaitu 2-10 hari, yang bisa menyebabkan kematian, bahkan ketika sudah terdeteksi dan mendapatkan perawatan.

Setelah kita melakukan suntik vaksin, maka akan diberikan sebuah buku kuning bertuliskan International Certificate of Vaccination of Prophylaxis (ICV) asli yang merupakan bukti bahwa kita telah melakukan suntik vaksin meningitis.

Kementrian Kerajaan Arab Saudi mewajibkan negara yang mengirimkan jamaah haji serta Travel Umrah untuk memberikan vaksin meningitis dan menjadikannya syarat pokok dalam pemberian haji dan umrah Sejak tahun 2002.

Calon jamaah Umroh bisa datang ke Kantor Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di wilayah masing-masing untuk mendapatkan vaksin meningitis ini. Data memuat nama, alamat, jenis kelamin, jenis vaksin, foto, no. batch, no. kode buku (running number), tanggal penyuntikan, nama dokter yang menyuntikan juga harus ada barcode. Biaya Suntik vaksin meningitis bervariasi antara satu tempat dengan yang lain. Kisarannya Rp. 300.000 – Rp. 450.000,-. Apabila rumah sakit tidak mengeluarkan buku kuning, biasanya calon jamaah diberikan surat keterangan telah vaksin, yang mencantumkan nama sesuai paspor dan no paspor, serta no batch vaksin (tertera dalam kemasan).

Bila ditemukan jemaah haji menderita atau diduga menderita meningitis di Rumah Sakit Arab Saudi, maka semua orang kontak penderita dalam kloter diberi kemoprofilaksis untuk mencegah terjadinya penularan. Mulai 1994, telah dilakukan pemeriksaan usap nasofaring terhadap orang kontak dari kloter yang di dalamnya terdapat penderita meningitis meningokokus setiba di Indonesia, untuk mengcegah masuknya kuman penyebab meningitis ke Indonesia. Hasil pengamatan selama 2 tahun terakhir di Indonesia dan beberapa negara menunjukkan adanya peningkatan kasus yang disebabkan oleh serogrup W-135 .

Pada tahun 2014 ini jemaah Haji dari Kabupaten Sukoharjo sebanyak 606 jemaah haji telah diberangkatkan ke tanah suci dengan 3 kloter yaitu kloter 56, 57 dan 58. Seratus persen jemaah haji yang berangkat telah di vaksinasi meningitis 3 minggu sebelum keberangkatan. Label vaksin ditempel di BKJH yang dibawa jamaah

Tips untuk mendapatkan vaksinasi meningitis:

  • kekebalan Vaksin baru terjadi dalam 2 minggu dengan masa kekebalan 2 tahun, maka perhatikan waktu penyuntikan dan keberangkatan disarankan kurang lebih 2 minggu sebelum masa keberangkatan haji / umroh.
  • vaksinasi meningitis tidak boleh diberikan kepada ibu hamil, karena dapat menyebabkan kecacatan dan kematian bagi janinnya

Kesimpulan

Saat ini, jemaah haji dan umroh Indonesia mendapat vaksinasi meningitis meningokokus bivalen yang mengandung serogrup A dan C. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada 2 tahun terakhir telah terjadi peningkatan jumlah kasus dan pengidap meningitis meningokokus yang disebabkan oleh kuman serogrup W-135 pada jemaah haji Indonesia dan berbagai negara lain. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menggunakan vaksin meningitis meningokokus tetravalen yang mengandung kuman serogrup A, C, Y dan W-135.

Berbagai pertimbangan lain telah mendasari penggunaan vaksin meningitis meningokokus tetravalen bagi jemaah haji dan umroh Indonesia pada 2002.

Sumber Pustaka:

  1. MULJADI PRIJANTO* DAN YUSHARMEN, Puslitbang Pemberantasan Penyakit, Badan Litbangkes.,Depkes RI Dit EPIM dan Kesma, Dirjen P2M & PLP, Depkes RI
     
  2. Frasch C E. Meningococcal Vaccines. Past, Present and Future. Meningococcal Diasease. Edited by Keith Cartwright. John Wiley and Sons Ltd.1995; 245-263.
  3. WHO. Control of epidemic Meningococcal disease. WHO Practical Guidelines.1995. 47-48.
  4. WHO. Meningococcal disease, serogroup W135-update. http://www.who.int/disease-outbreak.news/n2000/may/12may2000.html
  5. WHO. Meningococcal disease, serogroup W135 - Update 2. http://www.who.int/disease-outbreak.news/n2001/22 June2001.

Artikel Lainnya

Artikel, Wednesday, 15 October 2014 14:09
Artikel, Wednesday, 30 April 2014 15:03
Artikel, Saturday, 11 May 2013 10:12
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.