Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

WASPADA PENYAKIT LEPTOSPIROSIS

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Thursday, 09 October 2014 14:49

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira dengan spektrum penyakit yang luas dan dapat menyebabkan kematian (WHO 2009). Ada yang menyebut penyakit ini dengan sebutan “Penyakit Kencing Tikus”. Penyakit ini menyerang hewan dan manusia.

Masyarakat Internasional Pemerhati Leptospirosis (International Leptospirosis Society/ILS) menyatakan bahwa Indonesia sebagai Negara dengan insiden Leptospirosis yang tinggi. Diperkirakan Leptospirosis sudah ada di 33 Provinsi termasuk Provinsi Jawa Tengah karena berkaitan dengan keberadaan binatang tikus (Rodent) sebagai reservoir utama disamping binatang penular lain seperti anjing, kucing, sapi, babi, kambing, kuda, kucing, burung, kelelawar dan tupai serta lingkungan sebagai factor resiko.

Penularan pada manusia terjadi melalui paparan pekerjaan, rekreasi atau hobi dan bencana alam. Pada saat banjir, bakteri ini terbawa oleh air kencing tikus dan menjangkit warga yang terkena korban bencana banjir. Penyakit satu ini layak untuk diwaspadai, mengingat lingkungan yang terkena banjir sangat riskan disinggahi bakteri ini.

Kontak langsung manusia dengan hewan terinfeksi di areal pertanian, peternakan, tempat pemotongan hewan, petugas laboratorium yang menangani tikus, pengawasan hewan pengerat. Sedangkan kontak tidak langsung penting bagi pekerja pembersih selokan, buruh tambang, prajurit, pembersih septictank, peternakan ikan, pengawas binatang buruan, pekerja kanal, petani kebun dan pemotongan gula tebu.

Manusia terinfeksi bakteri Leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau makanan yang telah tercemar oleh air seni hewan pembawa Leptospira. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lender (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau makanan yang tercemar oleh air kencing hewan terinfeksi bakteri Leptospira.

Penyakit ini sifatnya musiman. Di Negara beriklim sedang puncak kasus cenderung terjadi pada musim panas dan gugur karena temperatur. Sedangkan di Negara tropis insidens tertinggi terjadi selama musim hujan.

Bagaimana gejala Leptospirosis?

Menggigil, sakit kepala, lesu/lemah, muntah, mata merah, rasa nyeri pada otot betis dan punggung. Masa inkubasi 4 – 19 hari dengan rata-rata 10 hari. Jika tidak mendapat perawatan yang baik, penderita Laptospirosis bias meninggal dunia.

 

Komplikasi yang dapat timbul pada penderita Leptospirosis

  1. Pada ginjal                        : terjadi gagal ginjal akut
  2. Pada mata                        : terjadi infeksi konjungtiva
  3. Pada hati                           : terjadi jaundice 9kekuningan) setelah hari keempat dan keenam dengan adanya pembesaran hati (Hematomegali) dan konsistensinya lunak.
  4. Pada jantung                    : terjadi aritmia, dilatasi jantung dan gagal jantung
  5. Pada paru                         : terjadi haemorhagic pneumonitis dengan batuk darah, nyeri dada, cyanosis dan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome)
  6. Perdarahan (Hematesis, Melena)
  7. Infeksi pada kehamilan     :Terjadi aborts dan kematian fetus
  8. Komplikasi lain antara lain cerebrovaskuler, kelumpuhan syaraf, Gullain-Barre Syndrome, purpura trombotik trombositopeni, dll.

Bagaimana mencegah Penyakit Leptospira?

Hanya satu cara mencegah Penyakit Leptospirosis yaitu dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain :

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan serrta sesudah bekerja di sawah, kebun, sampeh, tanah, selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.
  2. Menutup bagian tubuh yang luka/lecet dengan plester atau perban dan dijaga agar tidak terkena air.
  3. Menggunakan alas kaki tertutup (sepatu) dan pelindung tangan (sarung tangan) bagi mereka yang bekerja di tempat-tempat yang beresiko tercemar kencing tikus.
  4. Menyediakan dan menutup rapat tempat sampah.
  5. Mencegah adanya tikus di dalam rumah. Jika terdapat tikus di rumah, upayakan untuk mengusir atau membunuhnya.
  6. Jangan membuang bangkai tikus di jalan.
  7. Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
  8. Bersihkan dengan baik kaleng atau botol minuman sebelum meminumnya.
  9. Menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus.

Artikel Lainnya

Artikel, Thursday, 04 December 2014 12:48
Artikel, Wednesday, 26 November 2014 15:13
Artikel, Monday, 23 March 2015 08:12
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.