Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Artikel

WaspadaVirus Ebola bagi jemaah Haji dan Umroh

Kategori: Artikel, ditulis oleh Adminsitrator Website
Tuesday, 21 October 2014 13:47

Virus Ebola adalah salah satu hal yang mengkhawatirkan bagi jamaah haji asal Indonesia tahun ini. Hal ini bis adimaklumi karena wabah virus Ebola di Afrika sudah memakan korban hingga 1000 orang, sedangkan vaksin pencegah penyakit tersebut masih belum lagi ditemukan. Karena penularannya yang cepat dan tergolong mudah, maka dikhawatirkan ada jama’ah haji asal Afrika yang ‘membawa’ virus tersebut dan menularkannya kepada orang lain saat sedang menunaikan ibadah haji. Seperti diketahui, jamaah haji datang dari berbagai macam Negara di dunia dengan kondisi kesehatan yang juga beragam.

 Penyakit virus ebola atau demam berdarah Ebola  adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanya demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat itu, beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan.

Penyebab dan diagnosis

Virus mungkin didapatkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi (biasanya monyet atau kelelawar). Penyebaran lewat udara belum pernah tercatat dalam lingkungan alami. Kelelawar buah diyakini dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Begitu terjadi infeksi pada manusia, penyakit ini dapat menyebar pada orang-orang. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat sperma selama hampir dua bulan. Untuk membuat diagnosis, biasanya penyakit lain dengan gejala serupa, seperti malaria, kolera dan demam berdarah virus lainnya harus dikecualikan terlebih dahulu. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.

Pencegahan

Pencegahannya meliputi upaya mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan dengan benar jika ditemukan penyakit tersebut. Memasak daging dengan benar dan mengenakan pakaian pelindung ketika mengolah daging juga mungkin berguna, begitu juga dengan mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit tersebut. Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati.

Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, upaya untuk membantu orang yang terjangkit meliputi pemberian terapi rehidrasi oral air yang sedikit manis dan asin untuk diminum atau cairan intravena. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi: seringkali menewaskan antara 50% hingga 90% orang yang terinfeksi virus. EVD pertama kali diidentifikasi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini biasanya mewabah di wilayah tropis Afrika Sub-Sahara. Sejak tahun 1976 (ketika pertama kali diidentifikasi) hingga 2013, kurang dari 1.000 orang per tahun telah terinfeksi. Wabah terbesar hingga saat ini adalah wabah Ebola Afrika Barat 2014 yang sedang terjadi, dan melanda Guyana, Sierra Leone, Liberia dan kemungkinan Nigeria. Hingga bulan Agustus 2014, lebih dari 1600 kasus telah diidentifikasi. Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin, namun belum membuahkan hasil.

Antisipasi Bagi Jemaah Haji Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan pemerintah bekerjasama dengan Arab Saudi untuk mengantisipasi penyebaran virus Ebola terhadap jemaah haji Indonesia dan menyiapkan petugas kesehatan di Mekkah, Madinah dan Jeddah. Kementerian Kesehatan memiliki pusat kesehatan haji, dan berbagai upaya telah mempersiapkan petugas kesehatan untuk menyadari dan memahami tentang Ebola itu. Tetapi Wamenkes mengatakan jumlah jemaah haji yang banyak dan usia mereka yang sudah lanjut menjadi masalah. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan agar Negara yang terserang virus Ebola, di Afrika Barat yaitu , Liberia, Guinea, Sierra Lione dan Nigeria tidak mengirimkan Jemaah haji.

Syukur Alhamdulillah sampai sat ini Tidak ada laopran jemaah haji Indonesia yang terserang Virus Ebola.  Hal tersebut disampaikan Wamnenkes beberapa hari yang lalu. Sebelum melakukan pemberangkatan ke Tanah Suci, katanya, kementerian telah memberikan sosialisasi ke jamaah agar mampu mengenali tanda Ebola. Sosialisasi juga berisikan informasi cara untuk menghindar dan melakukan pencegahan agar tidak terkena virus Ebola.

Artikel Lainnya

Artikel, Tuesday, 03 February 2015 13:34
Artikel, Wednesday, 26 November 2014 15:13
Artikel, Thursday, 11 April 2013 11:29
Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.