Kepala Dinas

dr. YUNIA WAHDIYATI

"Taking care of your mental of physical health is just as important as any career move or responsibility"

Mireille Guiliano
Kategori » Semua Kategori

Semua Kategori

Berita, Friday, 25 May 2018 14:53

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Penelitian Ricardo dalam Bhutta tahun 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun.

Untuk menekan angka tersebut, masyarakat perlu memahami faktor apa saja yang menyebabkan stunting. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Berita, Monday, 30 April 2018 14:55

Posyandu atau pos pelayanan terpadu merupakan tempat kegiatan di masyarakat yang memiliki peran sangat penting. Di samping karena dinilai mampu membantu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Posyandu juga mampu memberdayakan para ibu untuk memperhatikan kesehatan anak dan pola konsumsi keluarga.

''Posyandu ini kan ada pencatatan, penimbangan, penyuluhan. Melalui Pelayanan di Posyandu, (kita cegah) anak-anak itu jangan sampai kurang gizi. Anak-anak harus tumbuh kembang dengan baik, tidak kerdil (stunting). Kita dorong agar nantinya jadi manusia dengan SDM yang berkualitas'', ujar Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, saat mengunjungi Posyandu Teratai dan Posyandu Cemara di Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga Kota Kendari, Jumat (27/4).

Artikel, Tuesday, 10 April 2018 14:58

Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stuntingStunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Artikel, Monday, 09 April 2018 14:56

Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stuntingStunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Berita, Friday, 06 April 2018 14:59
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih terus menggaungkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan terutama Stunting, TBC, dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
 
Masalah kesehatan tersebut diupayakan selesai pada 2019 sebagaimana hasil Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkesnas) 2018 yang digelar pada 5-8 Maret 2018 di Tangerang, Banten. Karenanya, diharapkan pemahaman dan pengaplikasian Germas dilakukan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.
 
Pada 2016, Kemenkes bersama anggota Komisi IX DPR-RI melakukan sosialisasi Germas di 101 lokasi. Sementara pada 2017, kegiatan sosialisasi Germas diselenggarakan di 134 lokasi.
Berita, Thursday, 05 April 2018 14:38
Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeleok mengapresiasi salah seorang peserta yang bertubuh tinggi dan mampu menjawab dengan cepat pertanyaan yang diajukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sabirin Noor pada pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu siang (4/4).
 
''Nah, postur tubuh seperti Bapak ini yang kita harapkan dimiliki anak-anak Indonesia, tinggi dan cepat responsnya saat menjawab pertanyaan. Kalau atlet-atlet kita demikian, pasti (unggul), kalau pendek kan (tidak bisa bersaing)'', ujar Menkes Nila Moeloek spontan saat berdialog dengan para peserta pertemuan.
Berita, Thursday, 15 March 2018 14:49

Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan (Itjen Kemenkes) RI menjadikan eliminasi tuberkulosis (TBC), penurunan stunting, dan peningkatan mutu serta capaian imunisasi sebagai bagian dari prioritas pengawasan sampai 2019. Hal tersebut sejalan dengan target Kemenkes dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) melalui tiga prioritas pengawasan itu.

Pada Rapat Kerja Pengawasan Itjen, Rabu (14/3) di Malang, hadir Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Wiendra Waworuntu, Direktur Gizi Masyarakat Doddy Izwardy, serta Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Vensya Sitohang sebagai narasumber dalam diskusi panel. Para direktur diminta untuk menjelaskan programnya masing-masing.

Berita, Thursday, 08 March 2018 14:52

Dalam evaluasi paruh waktu Rencana Pembagnuan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 telah ditetapkan 4 target utama kesehatan yang harus dicapai pada 2019. Keempat target tersebut, yakni meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat, meningkatkan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, meningkatkan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan, dan meningkatkan perlindungan finansial, ketersediaan, penyebaran, mutu obat serta sumber daya kesehatan.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Subandi mengatakan peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat menjadi program prioritas dengan beberapa target yang harus dicapai pada 2019.

Berita, Thursday, 15 February 2018 14:35

Kesehatan, faktor yang sangat fundamental ini memiliki daya ungkit, salah satunya faktor gizi di samping sanitasi, akses air bersih dan faktor ekonomi. Investasi gizi merupakan pondasi untuk pembangunan manusia Indonesia. Terpenuhinya kebutuhan gizi mempengaruhi kualitas generasi bangsa.

''Kita harus bekerja keras untuk mendapatkan generasi yang berkualitas. Pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupannya merupakan daya ungkit yang utama,'' tutur Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek, saat memberikan keynote speech pada Rapat Koordinasi Nasional Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2018 di salah satu hotel di Kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa siang (13/2).

Berita, Friday, 26 January 2018 14:29

Salah satu prioritas pembangunan kesehatan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019 adalah perbaikan gizi, khususnya stunting (pendek/kerdil), karena hal ini merupakan prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia yang dampaknya menimbulkan risiko penurunan kemampuan produktif suatu bangsa. Hal ini yang melatarbelakangi sehinga upaya pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menerangkan bahwa stunting merupakan manifestasi dari kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Pencegahan dan penanggulangan stunting harus dimulai secara tepat sebelum kelahiran dan berlanjut sampai anak berusia dua tahun.

 « Kembali 1 2 3 4 5 6 7 Lanjut »  Terakhir ›

Gallery Foto
Copyright © 2019 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.