Polling

Bagaimana Pendapat Anda mengenai kinerja DKK Sukoharjo?

Program Penyehatan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Program Penyehatan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Tujuan program :

  1. Meningkatnya kerjasama lintas sektoral sebagai faktor pendorong keberhasilan  pembangunan kesehatan menuju Sukoharjo Sehat 2018
  2. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial budaya dengan memaksimalkan potensi sumber daya secara mandiri
  3. Terpenuhinya persyaratan kesehatan di tempat –tempat umum, termasuk sarana dan proses pengolahannya
  4. Meningkatnya cakupan  keluarga yang mempunyai   akses terhadap air bersih dan jamban sehat yang memenuhi persyaratan kesehatan
  5. Meningkatnya pelaksanaan usaha kesehatan sekolah untuk mempercepat tercapainya Sukoharjo Sehat 2014
  6. Meningkatnya perwujudan kepedulian perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan masyarakat
  7. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan melalui pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya masyarakat

Sasaran Program :

  1. Peningkatan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)
  2. Peningkatan kualitas dan kuantitas Rumah Sehat
  3. Peningkatan Tempat-Tempat Umum (TTU), Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), yang memenuhi syarat kesehatan
  4. Peningkatan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tatanan Sekolah, masyarakat dan desa siaga.
  5. Mempertahankan Posyandu Purnama dan mandiri 

 KEADAAN LINGKUNGAN

Upaya penyehatan lingkungan dilaksanakan dengan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan yang layak dan memenuhi syarat kesehatan. Indikator yang digunakan untuk menggambarkan keadaan lingkungan meliputi indikator rumah sehat, tempat–tempat umum dan bangunan bebas jentik nyamuk, serta beberapa indikator tambahan yang menunjang seperti rumah tangga dengan ketersediaan sumber air bersih, SPAL dan tempat penampungan akhir kotoran / tinja.

  1. Persentase Rumah / Bangunan Sehat

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian keluarga, sarana interaksi keluarga dan sebagai institusi terkecil masyarakat yang berperan besar dalam membangun masyarakat yang sehat. Untuk mendapatkan hasil manusia yang berkualitas tentunya diperlukan sarana rumah yang sehat.

Laporan tahun 2018 menyebutkan ada sebanyak 227.528 bangunan rumah di Kabupaten Sukoharjo dan yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 180.248 rumah (79,22%). Cakupan rumah sehat tertinggi di wilayah Puskesmas Bendosari (99,62%) dan cakupan terendah adalah Kecamatan Tawangsari (75,06%) dan Kecamatan Polokarto (76,74%). Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan tersebut dikarenakan beberapa hal, yaitu :

  • Lantai kedap air belum pada keseluruhan bagian rumah, bagian dapur masih berlantaikan tanah;

  • Pembuangan air limbah dari kamar mandi dan dapur belum dibuatkan resapan, air limbah masih langsung masuk ke badan air dan sebagian belum ada saluran pembuangan sehingga masih menimbulkan genangan disekitar rumah;

  • Pengelolaan sampah rumah tangga belum dikelola dengan benar.

Salah satu persyaratan rumah sehat adalah bebas dari jentik nyamuk, terutama nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue. Seperti yang diketahui bahwa setiap tahunnya DBD merupakan penyakit yang selalu menyebabkan kejadian luar biasa dan salah satu pencegahan yang paling efektif adalah partisipasi aktif masyarakat agar rumahnya minimal bebas dari jentik nyamuk.

  1. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Air Minum yang Layak

Jenis sarana akses air minum yang dipantau meliputi : Sumur Gali (SGL)Terlindung, SGL dengan Pompa, Sumur Bor dengan Pompa, Terminal Air (TA), Mata Air Terlindung, Penampungan Air Hujan (PAH), Perpipaan BPSPAM (PP.BPSPAM). Pada tahun 2018 capaian akses air minum yang memenuhi syarat 94,68%.

 

 

 


Gallery Foto
Copyright © 2017 All Right Reserved, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.