Mengawal 1000 Hari Pertama Kehidupan: Media PAKARTI Perkuat Edukasi Ibu Hamil di Puskesmas Bulu

Dipublish 10 Agustus 2026 12:49 WIB

91
Kesehatan
260810125032-mengawal-1000-hari-pertama-kehidupan-media-pakarti-perkuat-edukasi-ibu-hamil-di-puskesmas-bulu.jpg

Setiap kehamilan diharapkan berjalan aman. Namun sebagian ibu hamil menghadapi kondisi yang disebut kehamilan risiko tinggi, yaitu keadaan yang dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi pada ibu maupun bayi bila tidak dikenali dan ditangani sejak awal. Semakin dini tanda bahaya dikenali, semakin besar peluang ibu dan bayi selamat, dan semakin kecil pula risiko lahirnya masalah gizi pada anak di kemudian hari, termasuk stunting.

Mengenali risiko ini penting karena taruhannya nyawa. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2024), sekitar 287.000 ibu meninggal setiap tahun akibat masalah kehamilan dan persalinan, dan 95% di antaranya terjadi di negara berpenghasilan rendah hingga menengah. Di Indonesia, penyebab utama kematian ibu masih didominasi oleh tekanan darah tinggi dalam kehamilan, perdarahan, dan infeksi. Di wilayah kerja Puskesmas Bulu, Sukoharjo, tantangan ini terlihat antara lain dari kasus Kurang Energi Kronis (KEK) yang mencapai 9,39% pada ibu hamil serta tren kenaikan kasus tekanan darah tinggi dalam kehamilan.

Bagian dari Strategi Besar: BULU KUCING
Puskesmas Bulu tidak menghadapi persoalan ini secara terpisah-pisah. Sejak Februari 2024, Puskesmas Bulu menjalankan inovasi BULU KUCING (Bulu Kurangi dan Cegah Stunting), sebuah strategi untuk mengoptimalkan pencegahan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Titik awal masa emas ini adalah kehamilan itu sendiri. Karena itu, menjaga kesehatan ibu hamil dan mendeteksi risiko sedini mungkin menjadi fondasi dari seluruh upaya pencegahan stunting.

Salah satu langkah BULU KUCING adalah memperkuat pelayanan dan edukasi bagi ibu hamil, termasuk mengubah kelas ibu hamil yang semula berupa ceramah satu arah menjadi konseling kelompok yang lebih partisipatif. Pergeseran cara belajar inilah yang membuka ruang bagi media edukasi yang lebih interaktif.

Lima Kondisi yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil
Untuk membantu ibu hamil mengenali tanda bahaya, tim pengabdian masyarakat mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama tenaga kesehatan Puskesmas Bulu mengangkat lima kondisi risiko tinggi yang paling sering ditemui di layanan primer:

  • Kurang Energi Kronis (KEK), kekurangan gizi jangka panjang yang membuat ibu terlalu kurus dan berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah. Riwayat KEK pada ibu adalah salah satu penyebab stunting yang paling banyak ditemukan di Kecamatan Bulu.
  • Anemia, kekurangan sel darah merah yang membuat ibu mudah lelah, pusing, dan berisiko saat persalinan.
  • Preeklampsia, tekanan darah tinggi disertai gangguan lain yang bisa membahayakan ibu dan bayi.
  • Kesehatan fisik ibu hamil, termasuk pentingnya aktivitas fisik yang aman.
  • Kesehatan mental selama kehamilan, yang kerap terabaikan padahal sama pentingnya.

Kelima tema ini bukan topik yang berdiri sendiri. Ketiga kondisi pertama berkaitan erat dengan berat badan lahir rendah dan gangguan pertumbuhan bayi, yang menjadi salah satu jalur utama menuju stunting. Mengedukasi ibu hamil untuk mengenalinya sejak dini adalah bentuk pencegahan stunting dari hulu, sejalan dengan tujuan BULU KUCING.

Media PAKARTI: Belajar Lewat Puzzle
Pada Oktober 2025, sebanyak 28 ibu hamil dari 12 desa binaan Puskesmas Bulu mengikuti kegiatan edukasi. Sebagian peserta diajak belajar menggunakan Puzzle Edukasi Kehamilan Risiko Tinggi (PAKARTI), media permainan yang memuat pesan kesehatan pada setiap kepingannya.

Peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk menyusun puzzle bersama sambil mendiskusikan pesan yang tertera. Pendekatan belajar sambil bermain ini sejalan dengan semangat BULU KUCING yang menggeser edukasi dari ceramah searah menuju keterlibatan aktif ibu hamil. Peserta tampak lebih aktif bertanya, saling membantu, dan antusias mengikuti setiap sesi. Kegiatan juga dilengkapi sesi yoga ibu hamil berupa peregangan dan relaksasi ringan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental.

Apa yang Ditemukan?
Pemahaman peserta diukur sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya jujur untuk disampaikan: kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Kelompok yang menerima edukasi konvensional justru menunjukkan kenaikan skor yang lebih besar dan bermakna secara statistik, sementara kelompok yang menggunakan PAKARTI juga meningkat meski kenaikannya lebih kecil.

Artinya, sebagai kegiatan tunggal dan singkat, media puzzle belum terbukti lebih unggul daripada penyuluhan biasa dalam menaikkan skor pengetahuan. Namun PAKARTI punya kelebihan yang tidak selalu bisa diberikan ceramah biasa: ia mendorong keterlibatan aktif, diskusi, kerja sama, dan semangat belajar. Nilai inilah yang membuatnya layak dipertimbangkan sebagai media pelengkap, bukan pengganti, dari konseling dan penyuluhan antenatal yang sudah berjalan, termasuk kelas ibu hamil dalam kerangka BULU KUCING. Agar hasilnya optimal, media permainan sebaiknya disertai sesi diskusi dan refleksi yang cukup serta pendampingan tenaga kesehatan.

Pendekatan Menyeluruh yang Mulai Membuahkan Hasil
Konsistensi Puskesmas Bulu mengawal 1000 Hari Pertama Kehidupan mulai menunjukkan hasil. Mutu pelayanan pemeriksaan kehamilan sesuai standar meningkat dari 83,67% pada 2023 menjadi 94,23%, dan jumlah kasus balita stunting baru di Kecamatan Bulu turun sekitar 41%, dari 194 kasus pada 2023 menjadi 115 kasus pada 2024. Meski angka prevalensi stunting masih tergolong stagnan, tren penurunan kasus baru ini menjadi sinyal yang menjanjikan. Edukasi ibu hamil yang lebih menarik dan partisipatif, seperti melalui PAKARTI, ikut memperkuat langkah awal dari rantai panjang pencegahan ini.

Pesan untuk Ibu Hamil
Apa pun medianya, inti pesannya satu: kenali tanda bahaya kehamilan sedini mungkin. Periksakan kehamilan secara rutin, penuhi kebutuhan gizi, cukup istirahat, jaga kesehatan mental, dan jangan ragu menghubungi bidan, puskesmas, atau tenaga kesehatan bila muncul keluhan. Deteksi dini adalah langkah paling sederhana namun paling menyelamatkan, bagi ibu, bagi bayi, dan bagi masa depan tumbuh kembangnya.

Artikel ini disarikan untuk masyarakat umum dari publikasi pengabdian masyarakat: Ningrum, R. R., Majid, Z. D., Hakim, N. R., Dewi, A. P., Putri, V. R. A., & Novika, R. G. H. (2026). Efektivitas Penggunaan Puzzle Edukasi Kehamilan Risiko Tinggi dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Kehamilan Risiko Tinggi pada Ibu Hamil. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 10(4), 4633–4643. Data inovasi BULU KUCING bersumber dari Laporan Inovasi Daerah Puskesmas Bulu, Kabupaten Sukoharjo.

Naskah ilmiah lengkap dapat diunduh di: Efektivitas Penggunaan Puzzle Edukasi Kehamilan Risiko Tinggi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kehamilan Risiko Tinggi Pada Ibu Hamil | Ningrum | JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)